Rahasia Sebenarnya Mengapa Fuel Injection Menggantikan Karburator

Rahasia Sebenarnya Mengapa Fuel Injection Menggantikan Karburator

Banyak pertanyaan yang muncul ada apa dibalik fenomena fuel injection menggantikan karburator saat ini. Dapat dimaklumi karena sudah selama berpuluh bahkan ratusan tahun karburator telah digunakan oleh semua industry otomotif  dan tak tergantikan. Karburator sudah menjadi satu-satunya cara untuk mencampur udara dengan bahan bakar dengan rasio yang memungkinkan untuk menjadi sumber tenaga kendaraan. Jadi belum ada fungsi pengkabutan / pencampuran bahan bakar dan udara yang dapat menggantikan fungsi dari karburator ini.

Seperti kita ketahui bahwa karburator memiliki fungsi diantaranya adalah :

  1. Mengatur percampuran udara dan bahan bakar yang memiliki daya bakar tinggi ke saluran hisap
  2. Mengatur rasio campuran udara dan bahan bakar untuk kepentingan tenaga yang dihasilkan oleh kendaraan. Rasio udara dan bahan bakar biasanya adalah 12-14.7 : 1.
  3. Mengatur output tenaga yang dihasilkan dengan kontrol rasio pencampuran tadi.

Karburator mulai bekerja pada saat mesin dihidupkan. Teknologi saat ini piston tetap bergerak pada saat motor Anda dinyalakan atau berhenti di lampu merah. Dengan demikian karburator pun juga bekerja karena pembakaran terjadi dan gerakan piston naik turun sudah memaksa karburator untuk mengirimkan material pembakaran.

Karburator pada dasarnya bekerja mengikuti hukum Bernoulli. Gas motor yang Anda putar tidak secara langsung mengendalikan besarnya bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar tetapi mengendalikan katup aliran bahan bakar yang masuk ke dalam bahan bakar. Udara yang bergerak dalam karbu inilah yang memiliki tekanan untuk menarik serta bahan bakar masuk ke dalam ruang bakar. Semakin cepat udara bergerak maka semakin kecil tekanan statisnya namun makin tinggi tekanan dinamisnya. Kita nggak berbicara panjang lebar mengenai hal ini. Tapi prinsipnya kurang lebih begitu. Bayangkan prinsip ini seperti alat penyemprot nyamuk manual.

Pada kenyataannya pengaturan rasio secara mekanis ini ada kekurangannya diantaranya :

  1. Masih adanya bahan bakar sisa pembakaran yang tidak terbakar dan terbawa keluar. Menurut salah satu studi yang dikeluarkan oleh American Chemical Society, gas buang sepeda motor yakni hidrokarbon adalah 16 kali lebih besar dibandingkan dengan kendaraan roda empat dan karbon monoksida 3 kali lebih besar. Tekananpun berupa regulasi Clean Air Act dari Environmental Protection Agency mulai dilakukan pada pabrikan otomotif roda dua khususnya dari Jepang, Jerman dan Itali. Bahkan di dalam aturannya, pabrikan ini diharuskan mengurangi gas emisi sampai 60%. Tekanan ini mau nggak mau membuat pabrikan untuk mencari teknologi baru.
  2. Karena pengaturan ratio secara mekanis, maka pengaturan tidak dapat secara otomatis. Anda perlu ke bengkel apabila motor Anda, khususnya motor yang sudah berumur tua, untuk dilakukan penyetelan kembali.

Tekanan regulasi baru ini menjadi issue yang memaksa pabrikan mau nggak mau berinovasi. Sehingga keluarlah teknologi pengganti fungsi karburator ini, yang dinamakan Fuel Injection System. Teknologi Fuel Injection System mengatur rasio campuran bahan bakar dan udara secara elektris. Tidak lagi secara mekanis. Hasil pembakaran menjadi lebih maksimal dan kalau maksimal, tentunya akan berakibat pada hematnya penggunaan bahan bakar.

Konsekuensinya secara logis adalah penggunaan spareparts yang lebih mahal sehingga mau nggak mau harga jual sepeda motor menjadi lebih tinggi.

Jadi regulasi berperanan besar dalam penciptaan teknologi pengganti karburator saat ini. Intinya regulasi ini adalah menghindari meluasnya dampak global warming yang ujungnya mempengaruhi hajat hidup orang banyak.

Posted on 19-05-2017 by SCM STORE Panduan Sparepart Motor 0 518

Leave a CommentLeave a Reply

You must be logged in to post a comment.
Prev

No products

To be determined Shipping
Rp‎ 0 Total

Check out

free html hit counter